Sunday, December 30, 2007

Standard orang "PHP"

Beberapa waktu lalu di milist id-php sempat ramai ngebahas tentang pekerjaan, gaji, dan kriteria seorang programmer PHP. Milist ini menurut gue emang cukup cuek soal OOT subject. Setiap kali ada orang posting lowongan pekerjaan pasti ajah dikomentarin. Gaji gak jelas lah, nyari superman lah, dsb.

Pada akhirnya ada orang yang bertanya sebenarnya standard seorang programmer PHP itu apa sih? Apa yang sepatutnya diperhatikan dalam merekrut seorang programmer PHP. Apakah seorang programmer PHP sebaiknya tamatan S1? Harus bisa linux? Harus ini, harus itu? Cukup panas memang, dan gue sendiri sempat menyampaikan pendapat gue dalam diskusi ini.

Berikut ini adalah email gue yang gue tulis untuk milist id-php

Hallo teman2, gue pengen ikutan ngebahas tentang Standar orang "PHP". Sebelum mulai, ini gue ada satu kutipan posting dari milist tetangga. Posting ini sudah dijawab. Gue kasih kutipan ini bukan untuk menjelek-jelek-kan nama orang atau membodohi, tapi hanya untuk contoh saja menunjang pendapat gue.

So ini kutipannya:
halo masters...

saya ada masalah nih..

saya punya 2 tabel tblartikel dan tblfoto

TBLARTIKEL
idartikel
judul
headline
isi
tgl

TBLFOTO
idfoto
idartikel
filefoto

saya ingin memanggil artikel dengan idartikel tertentu dan menampilkan fotonya (foto dengan idartikel yg sama dengan artikel yg dipanggil).

tiap foto punya idartikel.

saya menggunakn "select A.idartikel, A.judul, A.headline, A.isi, A.tgl,
B.idartikel, B.filefoto from tblartikel A, tblfoto B where A.idartikel =
B.idartikel and A.idartikel = $id"

tapi kok kalo ada artikel yg ga punya foto malah jadi ga tampil, padahal kan harusnya foto itu cm ditampilin kalo ada n kalo ga ada ya artikelnya aja yg ditampilin.

atau saya harus membuat tabel baru? tblartikel_foto misalnya... ato dengan
subquery (saya blm bisa)?

mohon pencerahannya. ..

terima kasih


Pertanyaan seperti itu gak jarang. Itu satu pertanyaan yang umum sekali di milist kita tercinta, betul tidak? Pada akhirnya milist ini ada kan untuk saling membantu satu sama lain. Dijawab sekali, berfungsi, selesai. case closed.

tapi apa kita bakal sampe situ terus?

Pernah denger orang bilang:
- Pengalaman adalah guru yang terbaik
- Belajar dari pengalaman.

Yang kadang agak rancu menurut gue disini, definisi pengalaman itu apa? Kita belajar dari pengalaman kita sendiri? atau belajar dari pengalaman orang lain?

Menurut gue, kenapa kita sekolah? Atau kuliah? Apakah itu bukanya satu wujud belajar dari pengalaman orang lain? Ilmu itu sudah ada, dan kita gak bisa nunggu sampe kita sadar sendiri, kita harus tahu dari orang lain.

Melihat kutipan post diatas, atau kutipan yang mirip seperti itu, gue yakin, poster lagi belajar sql, atau tepatnya belajar sql syntax. Tapi sampe dimana kita bisa mengerti dan mengimplementasi sql syntax?

Mungkin disini kita bisa bikin definisi pengalaman. Pengalaman karena sering berkutat dengan sql query? Mau sampe kapan?

Gue coba bikin analogi. Kalian pasti pernah denger "don't reinvented the wheel". menurut gue, dengan "hanya" rajin berkutat dengan sql query syntax, kita gak ada bedanya dengan menciptakan ban dari awal. Sampe kita "aha!!! begini toh" maka terciptalah ban tersebut.

Kalau kita mau niat sedikit, sebenernya ban tersebut sudah ada, dan gue yakin kita sudah diajarin dari SD bahwa ban itu ada. Gak percaya? kita yang pernah makan bangku sekolahan pasti pernah belajar himpunan dong?

buat yang lupa:
http://id.wikipedia.org/wiki/Himpunan

Gue jujur dah, gue juga dulu males banget, ngapain juga belajar ginian, buat apa? Di kampus gue belajar relational aljabar sampe jungkir balik, gak ada bedanya sama himpunan, lebih dalem ajah dan menusuk ^^.

buat yang penasaran:
http://en.wikipedia.org/wiki/Relational_algebra

Tujuannya apa sebenarnya? Setelah mengenal dunia kerja, baru sadar, sql syntax itu hanya tools, sql syntax bisa saja tidak seperti yang kita kenal sekarang, bisa jadi lain, tapi konsepnya itu selalu sama. Bahkan, dengan mengerti relational aljabar, sql query kita lebih optimal, karena sudah diperhitungkan dengan baik.

Terkadang pengalaman itu relatif sekali, orang yang berkecimpung 3 tahun di php, tapi gak pernah mengenal dasar2 relational aljabar, bisa saja dilewati oleh orang yang baru kenal php 1 tahun tapi punya dasar yang kuat.

Ini bukan hanya untuk database, juga untuk Object Oriented Programming atau yang lainnya. Kalau paradigma OOP paham sampai ke akar2nya, php itu hanya tools untuk bekerja, bahasa bisa macam2, syntax bisa lain, tapi konsepnya sama.

Sekarang, coba kita pikir2 :D. kalo kita mengerti konsep relational aljabar, table jelas, keinginan jelas, maunya dapat apa dari table-table ini, sql syntax kita pun semestinya sudah jelas arahnya mo kemana.

Gue setuju kita gak akan henti2nya belajar, apalagi kita orang IT, perkembangan Teknologinya bisa dihitung permenit, bahkan perdetik. Setiap saat pasti ada hal baru. Sekarang tinggal belajar seperti apa?

Langsung terjun ke dunia kerja, dan belajar dari pengalaman pribadi (trial and error) gak bisa selalu dijadikan alasan yang bijaksana. gue setuju juga, banyak orang yang sukses tanpa ijasah, tapiiii, ada lebih banyak lagi orang yang sukses dengan ijasah.

Ijasah itu nilai tambah yang cukup besar, dan udah bukan rahasia lagi untuk setiap orang, bahwa perusahaan besar itu lebih mendahulukan orang yang memiliki ijasah dalam merekrut pegawai. Salah satu alasannya? ya itu tadi, mereka yang punya ijasah, dianggap memiliki dasar yang lebih kuat. Strateginya, meskipun pegawai baru tersebut gak tahu apa yang bakal disodorin di depan muka dia, pegawai baru tersebut mempunyai kemampuan memahami, bereaksi dan membuat solusi lebih cepat.

Sekali lagi tolong jangan dianggap ijasah itu segala2nya ya, seperti yang gue bilang tadi, tanpa ijasah pun banyak yang sukses. hanya saja untuk menerima pegawai itu kan pasti butuh perhitungan yang jelas. Masing2 pelamar harus dinilai dan dipertimbangkan. orang bagian personalia atau yang memang belajar recruiting pasti lebih ngerti gimana tehniknya.

Entah bagaimana caranya kita tetap harus bisa menunjukkan kemampuan kita, dan jumlah pengalaman itu gak bisa selalu dijadikan pegangan untuk memberikan standardarisasi ke setiap orang.

So sekarang gue coba balikin deh ke kitasemua PHPers. Kita itu Standard orang PHP yang seperti apa? Sampe sejauh mana kita mengerti pekerjaan kita? apakah sekedar pengalaman? sampai sejauh mana kita paham segala macam bentuk konsep atau paradigma yang ada?

--
Mit freundlichen Grüßen
Arthur Purnama

2 comments:

sandalian said...

Menarik sekali pendapatnya Mas, waktu itu suasana emang "memanas" he.he.

Arthur Purnama said...

maklum ngebahas gaji emang gak ada habisnya ^^.